CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Jumat, 30 Desember 2011

SEJARAH DANGDUT



Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang diIndonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalamevolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India(terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik baratyang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya.Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yangkontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan housemusic.


Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla(dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dangdan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.


Dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik Melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya.Orkes Melayu (biasa disingkat OM, sebutan yang masih sering dipakai untuk suatu grup musik dangdut) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustik, akordeon,rebana, gambus, dan suling, bahkan gong. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak  berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dariSumatera (sekitar Medan). Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur Indiadalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Baratdari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya(dengan gaya panggung seperti penari India), Husein Bawafie sang pencipta Boneka dariIndia, Munif Bahaswan, serta M. Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yangsangat populer di tahun 1970-an)


Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, walaupun pada saat itu juga terjadi perubahan besar di kancah musik Melayu yang dimotori oleh Soneta Group pimpinan Rhoma Irama. Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalahMansyur S., Ida Laila, A. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapatdilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plusdi masa jayanya.Dangdut modern, yang berkembang pada awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang ramah terhadap budaya Barat, memasukkan alat-alat musik modern Baratseperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, terompet, saksofon, obo, dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya. Mandolin jugamasuk sebagai unsur penting. Pengaruh rock (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagimusik dangdut dan musik rock dalam merebut pasar musik Indonesia, hingga pernah diadakan konser 'duel' antara Soneta Group dan God Bless. Praktis sejak masa ini musik Melayu telah berubah, termasuk dalam pola bisnis bermusiknya.Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Orkes ini, yang berangkat dari gayamusik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Subgenre iniditeruskan, misalnya, oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan, pada awal tahun2000-an, oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB).


BANGUNAN LAGU

Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun darisatuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4,kecuali pada beberapa lagu masa 1960-an seperti Burung Nuri dan Seroja. Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian,dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnyamerupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama.Bagian awal tersusun dari delapan birama, dengan atau tanpa pengulangan. Jika terdapat pengulangan, dapat disela dengan suatu baris permainan jeda. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu, situasi yang dihadapi sang penyanyi.Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik. Bagian kedua biasanyasepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir  bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakanyang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.Setelah bagian kedua, lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away.


Interaksi dengan Musik Lain
Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik yang lain.Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. 
Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masiheksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut.Musik rock, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling,keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yangdinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin.Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk- bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film alaBollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.



Dangdut dalam Budaya Kontemporer Indonesia
Oleh Rhoma Irama, dangdut dijadikan sebagai alat berdakwah, yang jelas terlihat darilirik-lirik lagu ciptaannya dan dinyatakan sendiri olehnya. Hal inilah yang menjadi salahsatu pemicu polemik besar kebudayaan di Indonesia pada tahun 2003 akibat protesnyaterhadap gaya panggung penyanyi dangdut dari Jawa Timur, Inul Daratista, dengangoyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral".Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatanmuncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu"terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasikalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Cirikhas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini.Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopulerandangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketikaBasofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berartidangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinyasebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.




Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopulerandangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketikaBasofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berartidangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikanturut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinyasebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.


Tokoh-Tokoh
Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut populer yang dibagi dalam tiga kelompok kronologis, sesuai dengan perkembangan musik dangdut.
Pra-1970-an

  • Husein Bawafie
  • Munif Bahaswan
  • Ellya 
  • A. Harris
  • M. Mashabi
  • Said Effendi
  • Johana Satar 
  • Hasnah Tahar 
1970-an
  • A. Rafiq
  • Rhoma Irama
  • Elvy Sukaesih  
  • Mansyur S.
  • Mukhsin Alatas
  • Herlina Effendi
  • Reynold Panggabean
  • Camelia Malik 
  • Ida Laila
Setelah 1970-an
  • Vetty Vera 
  • Nur Halimah
  • Hamdan ATT
  • Meggy Zakaria
  • Iis Dahlia
  • Itje Tresnawaty
  • Evie Tamala
  • Ikke Nurjanah
  • Kristina
  • Cici Paramida
  • Dewi Persik 
  • Inul Daratista




Senin, 26 Desember 2011

sejarah singkat kampus stkip-stit pgri pasuruan

Sejarah Singkat STKIP PGRI Pasuruan

Tanggal Berdiri : 2 Mei 1975
Pendiri : Yayasan YPLPT-PGRI Pasuruan

Pertama berdiri baru sebagai IKIP PGRI Jawa Timur cabang dari IKIP PGRI Surabaya. Sebelas tahun kemudian cabang ini berdiri sendiri dan dinamakan STKIP PGRI Pasuruan dengan tiga jurusan. Dalam perkembangan kemudian, dua jurusan lagi ditambahkan.

Program Studi

Jurusan PDU Koperasi (S1)
Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarga Negaraan (S1)
Jurusan KTP (S1) - Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (S1)
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
Jurusan Matematika (S1)

Luas Kampus : 29.850 m2
Koleksi Perpustakaan : 2.902 judul, 9.524 eksemplar
Laboratorium : Ada
Fasilitas Lain : Peralatan musik/band, dan koperasi mahasiswa

bagi yg mau melengkapi monggo.
kami hanya berusaha mencari kpn hari berdirinya kampus kami
karna ketika kami bertanya masih rancu jawaban nya.

tips singkat bermusik

Segalanya ber awal dari LAGU, SONGS, TUNES : Ini super important !!
Jangan terobsesi dengan improvisasi, solo lead dan segala macam scale eksotis, tapi malahan tidak punya lagu, jarang kenal dan hapal lagu.
Berapa banyak gitaris yang main lead terus terusan tapi rada rada gak jelas dengan progresi akord dari lagu yang sedang dimainkan. Walaupun anda jago main Lead tapi kurang perbendaharaan lagu maka anda akan kelihatan kurang jago dibandingkan dengan pemain yang banyak menguasai lagu.
Lagu apa saja, bukan cuma lagu ciptaan anda sendiri tapi semua lagu lagu dalam kebudayaan musik dunia.
Tentunya yang sesuai dengan selera musik anda sendiri, tapi intinya harus banyak hapal lagu, hapal mati !!

Yang harus dihapal dalam sebuah lagu :

Lagu terdiri dari Chord Progresion ( Perpindahan akord ), Melodi Lagu yang dinyanyikan atau Tema Instrumental serta Aransemen yang terdiri dari break, fill, unison etc.
Itu semua adalah satu kesatuan yang harus dilatih secara refleks sehingga tidak bakalan lupa.
Menguasai banyak lagu adalah yang paling penting dan berguna dibandingkan latihan Scale ber-ulang ulang seharian penuh.
Apalagi dalam musik Jazz, anda tidak boleh sekali kali hilang jejak saat sedang improvisasi, itu Taboo !!
Kesadaran akan chord progresi yang sedang terjadi dibelakang kita saat sedang Solo Lead adalah kunci dari suatu permainan musik yang ber mutu !!
Karena tugas kita dalam Solo Lead adalah memberikan Outline atau meng-garis bawahi perpindahan kord yang sedang terjadi saat itu serta pengembangan dari tema dasar lagu, itulah makna dari Improvisasi Solo Lead yang sebenarnya !!

Persentase Rhythm 80% dan Solo Lead 20% :

Segitu perbandingan kepentingan nya, anda akan lebih banyak bermain Rhythm dibandingkan Solo Lead.
Jadi berikan perhatian yang sesuai dengan persentase nya terhadap permainan Rhythm !!
Rhythm tanpa AKSEN adalah sayur tanpa garam, Aksen adalah segala segala nya.
Jika anda berbicara bahasa Inggris dengan aksen yang ditempatkan pada suku kata yang tidak tepat maka akan susah dimengerti. Begitu pula bermain musik misalkan Blues atau Jazz dengan aksen yang tidak jelas maka permainan anda akan berkesan kurang mantab.
Analisa para pemain dunia, bagaimana mereka memperjelas ungkapan ungkapan ( phrase ) musik mereka dengan gaya aksen nya masing masing.

Dalam Rhythm ada GROOVE, pemain yang nge-groove akan kedengaran jauh lebih menarik walaupun dia tidak banyak memiliki Lick Lick menyeramkan.
Setiap style musik punya ciri ciri Groove sendiri sendiri, Blues dengan groove seperti irama bunyi rel kereta api, Jazz dengan nge-swing atau Reggae dengan up swing nya, Baroque Music dengan aksen down beat nya yang kaku seperti irama baris ber baris ataupun AC/DC dengan Heavy Down Beat nya.

Tangga Nada serta Chord Diatonis Do Re Mi :

Menguasai secara Insting, susunan jarak nada Diatonis : Jarak dari Do ke Re adalah satu step atau dua fret gitar. Jarak dari Mi ke Fa adalah setengah step atau satu fret, begitu pula dari Si ke Do adalah setengah step.
Formula jarak Diatonis ini harus sudah di patri didalam mental kita secara insting : 1 1 1/2 1 1 1 1/2.
Agar setiap saat didalam improvisasi, kita akan selalu yakin dengan langkah menuju ke Note selanjutnya.
Juga kita akan mampu untuk meng-analisa chord progresi dari sebuah lagu serta mengerti akan tangga nada apa yang akan kita pakai dalam Solo Lead kita.

Chord Diatonis dan Derajat Chord :

Tangga nada Diatonis secara single note adalah apa yang kita ketahui disebut dengan : Do Re Mi etc.
Untuk tangga nada chord diatonis atau Do Re Mi-nya Chord adalah sebagai berikut dan bergantung pada kunci dari lagu, misalnya di kunci C :

Do Re Mi Fa Sol La Si Do
1 2 3 4 5 6 7 8
C Dm Em F G7 Am Bdim dan balik ke C

Urutan chord ini didapat dari cara mengurut 3 not dari tangga nada C mayor ( Diatonis ) secara ber selang seling. Jika saya bertanya Chord apakah yang menjadi derajat ke 4 ( Fa ) nya kunci C ?
Chord apakah yang menjadi 5-nya kunci C ? Anda harus sudah insting mengetahui nya tanpa berpikir lagi, itu sangat WAJIB !!

Kemudian jika memakai 4 not yang diurut selang seling maka akan didapatkan satu set Chord lagi yang disebutkan dengan “Chord 7″ atau “7th chords”. Mengapa disebut chord 7 ? Karena semua chord ini memiliki not yang berjarak 7 dari akarnya.

Set Chord 7 atau 7th chords scale :

Cmaj7 Dmin7 Emin7 Fmaj7 G7 Amin7 Bmin7b5 Cmaj7

Chord seperti ini kita ketahui dipakai dalam musik Jazz kebanyakan, tapi bagi saya ini chord yang berkesan “Lounge Jazz”, seperti musik musik Jazz yang dimainkan di Lobby Lobby Hotel.

Jazzer modern jarang lagi memakai chord voicing seperti diatas tapi memakai Hybrid chord untuk mendapatkan kesan yang lebih unik tanpa meninggalkan Harmonisasi lagu.
Penjelasan tentang itu akan jauh melampaui scope dari artikel ini yang ditujukan untuk Basic Knowledge.

Teori Musik Tak Memiliki Batas :

Jika anda penasaran ingin mengetahui segala galanya tentang ilmu musik, maka ketahui lah bahwa itu tak ada akhirnya, tanpa batas, infinite.
30 tahun kita berlajar teori musik hanya untuk mendapatkan kesadaran bahwa betapa sedikitnya yang sudah kita ketahui !! Plafon dari ilmu musik akan terus naik keatas seiring dengan eksplorasi anda.

Jadi sadar akan hal itu, kita akan menjadi seorang Musisi yang realistis, yang melakukan apa yang harus kita lakukan saat ini dengan sebaik mungkin. Bukan nya menjadi seorang Musisi Khayalan yang tinggi teori tapi miskin ide, lagu atau skill.

Chord Extension / Ekstensi Chord :

Setelah Chord 7 diatas, maka suatu chord masih bisa ditambahkan lagi dengan nada nada ekstensi nya, seperti Cmaj9, Dmin9, Emin11, Fmaj7#11, G7b9 etc.
Penjelasan ini sudah banyak ditulis dalam buku buku musik di mana mana, tapi jika anda masih belum mengerti maka silahkan bertanya lewat Email atau Comment Box di Website saya : gitargila.com

INTI NYA :

Pada intinya kualitas chord yang ada di musik barat cuma terdiri dari 3 macam saja plus 2 macam chord simetris yang berfungsi sebagai chord penghubung.
Ketiga macam chord tersebut adalah : Major , Minor dan Dominanth
Kedua chord simetris itu adalah : Diminished dan Augmented

Itu kalau kita melihatnya secara kualitas chord yang mendasar, jika kita ingin mengetahui seluruh kemungkinan susunan nada nada didalam sebuah chord ( Voicing ) maka itu akan berjumlah ratusan ribu.
Terus terang tidak akan ada gunanya dalam kehidupan bermusik kita sehari hari !!

Yang wajib kita ketahui adalah susunan nada nada untuk meng-konstruksi sebuah chord :
Untuk chord Major maka wajib terdapat nada nada Mi dan Sol atau 3 dan 5, selanjutnya sebagai tambahan warna jika diperlukan bisa kita tambahkan ekstensi 7, 9, 6 atau sus4 atau 11 dan #11.
Untuk itu kita harus betul betul sudah menguasai Teori Harmoni dasar agar tidak salah dalam menambahkan ekstensi didalam sebuah chord.
Misalnya menambahkan ekstensi 9 pada chord Emin7 yang bermain pada kunci C, ini jelas salah kaprah karena pada kunci C tidak ada nada F# yang menjadi nada ke 9 dalam chord Emin.
Kesimpulan nya chord ke tiga dalam suatu kunci diatonis tidak boleh ditambahkan ekstensi 9.

Dalam sebuah lagu, anda hanya perlu memainkan chord dasarnya saja agar tidak salah dan memberikan ekstensi hanya untuk memberikan sedikit gradasi warna pada chord tersebut.
Seperti halnya dalam dunia Video dan Graphic yang hanya memiliki warna dasar RGB itu, tiga warna dasar merah hijau dan biru, yang bisa menghasilkan banyak warna gradasi jika ditambahkan ekstensi dari warna lain secara proporsional.
Penjelasan ini sudah banyak ditulis dalam buku buku musik sebelumnya, tapi jika anda masih belum mengerti maka silahkan bertanya lewat Email atau Comment Box di Website saya : gitargila.com

Melihat secara Group of Note bukan nya secara individual note :

Jika anda baru belajar musik maka anda cenderung untuk melihat suatu musik secara not per not, begitu juga jika anda memainkan alat musik anda, anda akan cenderung untuk melihat permainan anda secara not per not. Cara melihat seperti ini akan sangat menghambat kemajuan anda, karena anda terlalu fokus pada detail yang hanya merupakan satu elemen dari suatu “phrase”.

Suatu “Phrase” itu terdiri dari beberapa group not not yang disebut “Motives”, paling minim anda seharusnya hanya fokus pada Motif secara garis besarnya dan jika sudah lebih ahli maka anda hanya akan fokus pada “Phrase” saja. Biarkan alam bawah sadar anda ( insting ) yang mengurusi detail dari not not yang terdapat dalam sebuah Motif dan phrase..

Ini kunci dari suatu permainan Speed, melihat not not sebagai satu “Group” atau satu “Sel”.
Biasakan untuk melihat nada nada dalam group yang berjumlah 3 not dan 4 not atau 5 dan 6 not, ini akan membuat Solo Lead anda jadi lebih punya struktur.
Juga secara psikologis anda jadi lebih santai karena hanya main 3 atau 4 not sekali tepuk.
Tanpa sadar anda sudah bermain Speed !!

Jangan anggap remeh Insting dalam bermusik, insting yang sudah terlatih paling berperan dalam keahlian bermusik seseorang. Jika anda sudah sering berlatih maka saat anda main dipanggung, lupakan semua nya dan main secara insting, itu cara yang benar, memakai otak kanan uintuk kreasi dan imaginasi, bukan nya berpikir dan meng-analisa memakai otak kiri saat anda sedang main di panggung.
Kecepatan otak anda dalam berpikir tidak akan sanggup meng-antisipasi kecepatan musik yang berlalu dalam sepersekian detik di BPM 120 misalnya

Mengetahui seluruh nama Nada Nada pada alat musik anda :

Setelah anda sudah me-miliki insting jarak nada Diatonis dalam mental anda maka itu semua tidak akan berguna jika anda tidak mengetahui nama nama dari setiap not yang ada dalam seluruh jangkauan nada pada alat musik yang anda mainkan serta menyadari akan derajat nada tersebut dalam hubungan nya dengan kunci lagu saat itu.
Ibarat seorang buta huruf yang bisa lancar bicara tapi sama sekali tidak punya gambaran akan huruf huruf dan suku kata serta kalimat yang dia lontarkan.
Seorang buta huruf akan susah untuk mencapai hal yang lebih jauh dalam suatu ilmu.
Apakah anda mau dibilang buta huruf dalam ber musik ?

Artikel ini sudah cukup panjang, membuat saya harus berhenti dulu untuk saat ini.
Banyak sekali insights yang akan saya tulis pada artikel artikel selanjutnya, karena Insights atau Ilmu seharusnya kita sebar luaskan agar berguna bagi masyarakat, bukan nya kita simpan sendiri sabagai rahasia yang dibawa mati. Itu sangat negatif !!

hehehe sebetulnya ini hanya curahan hati dari musisi2